-->

Yuk, Jaga Perilaku Kita di Dunia Maya! Ini Dia 5 Hal To Do And Dont's-nya!

Ma, pernah nggak terpikir jika sekarang ini kita hidup di dunia tanpa batas? Hanya bermodal kotak kecil, tombol-tombol dan sentuhan jari tangan kita, hidup bisa berubah dalam sekejap mata saja. Yap, selamat datang di dunia maya yang menawarkan sejuta pesona. Era dunia digital is coming!


Di dunia maya, Mama bisa memilih untuk menjadi apa dan siapa saja. Mama bisa sinkronkan dunia maya dengan kehidupan di dunia nyata. Atau bisa juga Mama menjadi pribadi yang sama sekali berbeda dari keseharian di dunia nyata. Mama memilih menjadi siapa? Terserah.
Jangan heran, Mama bisa ternganga ketika bertemu dengan real person yang mama kenal di dunia maya. Melalui status-statusnya di media sosial, dia bisa menjadi pribadi yang ramah, wise dan sangat ngayomi. Tapi ketika mama bertemu dan mengenal langsung di dunia nyata, apakah sesuai dengan gambaran mama selama ini? Ternyata bisa jadi kebalikannya! Kok bisa?
Ada juga cerita ketika Mama mengenal seseorang di dunia maya, yang suka mengeluh, sebentar-sebentar updatestatus yang nggak begitu penting.Tapi sebenarnya dia adalah pribadi yang berbeda sekali di dunia nyata. Really? Punya kepribadian gandakah mereka?
Hal yang paling mudah tentu menjadi diri sendiri. Tak perlulah menjadi orang lain. Salah-salah nanti Mama bingung sendiri. Nah lho.
Ketika di dunia nyata, kita mengenal etika, aturan dan juga peradaban. Seperti itu pula dunia maya. Netizen akan mengenal kita dari apa yang kita kicaukan. Orang bisa saling menghujat, saling membenci orang lain hanya berdasarkan apa yang ia posting padahal belum pernah bertemu sama sekali di dunia nyata. Orang bisa dengan mudah membully secara berjamaah ketika terjadi kehebohan di dunia maya. Ada gank yang pro, dan ada pula yang kontra. Masing-masing saling mencari pembenaran diri. Wow! Dahsyatnya dunia maya ya, Ma!
Seperti pepatah bilang, mulutmu harimaumu. Itu benar. Kalau mau aman sih, selalu jaga perilaku sikap dan lisan kita baik di dunia nyata ataupun di dunia maya. Ada beberapa batasan yang boleh kita lakukan dan ada juga beberapa hal yang tidak boleh kita lakukan.
Saya menemukan 5 hal do and dont'ssaat berselancar di dunia maya. Apa saja itu?
Ini dia, Ma.

Do!


1. Membangun personal branding yang positif



Mama bisa membangun image yang smart berdasarkan keahlian yang Mama punya. Mama bisa menjadi pribadi yang sesuai dengan passion. Misalnya, Mama suka menulis, suka memasak. Gabungkan saja keduanya menjadi blogger kuliner. Atau misalnya, Mama punya keahlian memotret, Mama bisa membuat komunitas fotografi. Saling sharing and connecting, lama-lama bisa jadi mastah, diundang jadi narasumber seminar-seminar. Keren kan?

2. Menyalurkan passion



Mama punya hobby yang dilakukan secara rutin dan selalu update? 
Tekuni saja, Ma, berdasarkan riset, orang yang mempunyai hobi akan menemukan kebahagiaan dan jarang mengalami kesepian. Tahu kan dampak kesepian, orang akan lebih mudah mencari penyaluran yang kadang bisa menyimpang menjadi kebiasaan buruk. Sedangkan orang yang sibuk karena melakukan hobi, kemungkinan berbuat hal yang menyimpang sangat kecil.

3. Membagi hal yang bermanfaat


Banyak hal bermanfaat yang bisa kita sharing, Ma. Misalnya cerita tentang mengasuh anak, info tentang tempat wisata dan kuliner yang asyik atau tentang tips-tips yang tanpa sengaja kita alami dalam kegiatan sehari-hari. Dengan membagi di dunia maya, orang lain bisa tambah pengetahuan lho, Ma. Asyik kan?

4. Eksistensi


Manusia hidup di dunia ini tentu ada tujuannya, kan Ma. Salah satunya supaya dianggap ada. Iya, nyesek banget lho kalau kita tak pernah dianggap ada. Ibarat kentut yang aromanya nyata tapi tak mampu diketahui keberadaannya. Aduh! Perumpamaan macam apa ini?
Kita bisa eksis kok dengan sepak terjang kita di dunia nyata yang kita upload di media sosial. Ketika Mama ikut kegiatan kerja bakti di kampung misalnya, bisa di foto trus upload deh. Eksis kan?

5. Mendapatkan Penghasilan


Hari gini, siapa yang menolak rezeki? Apalagi jika rezeki itu halal, murni dari keringat sendiri, ya Ma. Seorang blogger tentu senang jika blognya laris manis di-hire brand untuk mempromosikan produknya. Udah ngerjainnya seneng, berdasarkan hobby dan passion, dibayar pula. Itu namanya bonus!
Banyak profesi baru yang muncul di era digital ini lho, Ma. Contohnya influencer, yaitu profesi untuk memengaruhi orang lain di media sosial. Tahu kan buzzer, Ma? Itu lho orang yang suka ngetwit berbayar. Mereka ini di-hire sama brand untuk berkicau di twitter mempromosikan produk dari brand dan mempengaruhi followernya untuk beli. Atau bisa juga influencer ini mereview produk di blognya, atau posting foto produk itu di Instagram. Bayarannya bikin ngiler lho, Ma!




Back To Top